cool hit counter

PDM Kabupaten Kulon Progo - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Kulon Progo
.: Home > Berita > Hidden Curriculum Pendidikan Anak Panti Asuhan

Homepage

Hidden Curriculum Pendidikan Anak Panti Asuhan

Sabtu, 21-03-2015
Dibaca: 1593

PDM KP- Salah satu Amal Usaha Muhammadiyah adalah Panti Asuhan. Panti Asuhan Muhammadiyah Wates, yang keberadaannya tertua di kabupaten Kulon Progo dan berada di tengah kota, di tuntut untuk bisa berperan dalam mendidik dan menciptakan kader tangguh persyarikatan. Mendidik anak, apalagi anak asuh Panti Asuhan, tentu sangat berbeda dengan pendidikan keluarga pada umumnya.

 

Salah satu program pendidikan yang ditanamkan oleh pengurus PAM Wates adalah "hidden curriculum". Kurikulum tersembunyi ini diterapkan dalam keseharian anak. Dimaksudkan apabila suatu saat nanti anak keluar atau dinyatakan lulus oleh panti, maka anak tersebut bisa mandiri dan berdikari serta dapat berbaur dengan masyarakat lingkungannya.

 

Salah satu kurikulum tersebut dilakukan oleh seksi Ketrampilan, seksi Pendidikan dan seksi Dana. Ada beberapa kurikulum yang dilaksanakan oleh sie ketrampilan, salah satunya adalah dengan mengenalkan ketrampilan sejak dini kepada anak asuh PAM Wates, diantaranya, kerajinan rajut yang di berikan oleh salah satu Pengusaha Muda Sukses, yaitu Budi Prasetyo dari PRM Pleret PCM Panjatan.

 

Pelatihan Rajut tersebut ternyata sangat diminati oleh para anak asuh. "Santri disini (sebutan anak asuh PAM Wates) sebagian besar terdiri dari perempuan, dari sekitar 47 santri, sekitar 30an adalah perempuan, mereka sangat senang dilatih ketrampilan oleh Saudara Budi Prasetyo, pengusaha muda yang baru sukses, semoga ilmunya bermanfaat bagi santri kami" demikian harapan dari pengasuh PAM Wates, Ustadz Rujianto beberapa saat yang lalu.

Selain ketrampilan Rajut, ternyata Santri PAM Wates telah menekuni beberapa ketrampilan diantaranya yang beberapa waktu lalu di minta mengisi salah satu TV swasta (TV Cabel) adalah kerajinan mozaik kaca.

 

Ketrampilan pembuatan monzaik kaca ini telah di kenal oleh para santri PAM Wates beberapa tahun yang lalu, ketika salah satu pengusaha mozaik kaca dari jogja, yaitu bapak suyanta mengadakan pelatihan di Kabupaten Kulon Progo.

Hasil Ketrampilan santri ini ternyata sudah pernah mengisi di salah satu stan pameran harui jadi Kabupaten Kulon progo yang di kenal dengan "Kulonprogo Ekspo". 

 

Ustadz Rujianto menyampaikan, selain diliput oleh salahsatu TV kabel pada hari Kamis, 19 Maret 2015, hasil ketrampilan santri di pajang di Almari Ruang Tamu. "Hasil kerajinan santri kami tidak banyak yang terpanjang di almari ruang tamu, karena setiap tamu yang datang, banyak yang tertarik dan berminat, sehingga selain mereka memberikan sumbangan kepada kami, mereka juga ingin memiliki kenangan hasil karya santri lami" ujarnya.

 

Kedepan, seksi ketrampilan PAM Wates merencanakan dan mempunyai keinginan, untuk bisa memiliki showroom hasil karya santri PAM Wates dan mempunyai sebuah 'bengkel' ketrampilan anak santri. Selama ini anak santri mengerjakan ketrampilan tersebut, hantya menggunakan waktu luang yang mereka punya.

 

"Tugas santri kami adalah belajar, utamanya pendidikan sekolah, tetapi kami memberikan pembiasaan-pembiasaan selama berada di panti, sehingga besok selepas dari panti kami, adik-adik santri bisa mandiri dan berkarya dalam masyarakat'" ujar ketua sie ketrampilan. Kebiasaan - kebiasaan yang di terapkan di santri PAM Wates untuk melatih kemandirian santri di antaranya adalah dilibatkannya santri untuk berkomunikasi dan mengambil dana dari toko-toko yang di titipi kotak amal, belajar magang di toko-toko dan swalayan disekitar kota Wates, selama liburan, ataupun ceramah ataupun mengisi kultum setiap habis sholat berjamaah. 


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: Berita AUM



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website